Santika Banyuwangi – Hotel Bergaya Modern dengan Cita Rasa Tradisional

Banyuwangi yang sering mendapat julukan ‘The Sunrise of Java’ ini memang punya banyak banget destinasi wisata yang keren-keren.

Mau lihat blue fire di Kawah Ijen? Mau surfing di Pantai Pulau Merah? Mau lihat padang savana dan ragam hewan di Baluran National Park? Atau ingin mengunjungi suku Osing di Desa Kemiren? Boleh, silakan pilih mau ke destinasi yang mana. Boleh salah satunya, boleh dua atau bahkan boleh saja semua destinasi wisata dijadikan pilihan.

Saking banyaknya pilihan destinasi wisata, seringkali menginap sehari di Banyuwangi terasa tidak cukup. Bahkan 2-3 hari saja rasanya masih belum cukup. Mungkin menginap seminggu baru bisa dibilang cukup. Asal jangan sampai sebulan lebih ya? Takutnya pulang-pulang nanti, meja kerja sudah diisi orang lain. Yah, kecuali memang kamu niat pindah rumah ke Banyuwangi. Kalau kaya gini, sudah beda urusannya.

Tari Mekso Gandrung di kaki Gunung Ijeng

Saya pribadi datang ke Banyuwangi tidak menginap beberapa hari sekaligus, melainkan terbagi dalam 3 tahapan.

Pertama, destinasi yang saya pilih Kawah Ijen dan Pantai Pulau Merah, lalu tahapan kedua ke Baluran dan Pantai Bama dan tahapan yang terakhir kemarin ke Taman Gandrung Terakota untuk melihat pertunjukan sendratari Meksa Gandrung. Sebuah tarian tradisional asli dari Banyuwangi yang menggambarkan proses ritual bagi seorang perempuan sebagai penanda bahwa ia telah siap menjadi penari Gandrung professional.

 

Lobby Santika Banyuwangi yang terbuka dan tinggi

Saya menginap semalam di Hotel Santika Banyuwangi. Kalau dilihat dari jauh, bangunan hotel berbintang 3 ini mirip-miriplah sama hotel-hotel lainnya. Tapi begitu mendekat, nuansa tradisionalnya sangat kental. Rancangan desainnya didominasi ornamen khas Suku Osing—suku asli Banyuwangi.

Sebelum masuk ke area lobby, saya perlu menaiki beberapa anak tangga yang bersebelahan dengan toko souvenir. Di bawah anak tangga tersebut, terbentang area lahan parkir. Cukup luas dan agak tinggi, karena saya lihat waktu itu ada 2 bus yang sedang parkir.

Lobby Hotel Santika Banyuwangi

Begitu sampai di lobby saya check-in dan langsung disodorin welcome drink. Saya lupa nama minumannya. Dan saya sempet ternganga melihat desain lobby-nya.

Konsep lobbynya cukup unik dan menarik. Khas Banyuwangi. Tidak seperti lobby-lobby hotel pada umumnya yang tertutup dan berada di lantai 1. Konsep outdoor Hotel Santika Banyuwangi, terbuka dan menyatu dengan alam serta berada di lantai 2 (itu sebabnya saya perlu naik tangga lebih dulu untuk mencapai lobby).

Area lobby juga langsung terhubung ke area kolam renang, ruang fitness dan area restoran. Konsep lobby yang outdoor dan terbuka ini mungkin mengikuti konsep desain pendopo atau sebuah komitmen terhadap ‘good eco-friendly.’ Atau bisa jadi dua-duanya.

 

Ruang Kamar yang Dipasangi Motif Batik Khas Banyuwangi

Konon Hotel Santika Banyuwangi memiliki 124 kamar dengan berbagai tipe dari mulai superior, deluxe, executive suite dan suite. Konon lagi, kalau pas beruntung, kamu bisa dapat kamar yang menghadap langsung Gunung Ijen.

Saya mendapat kamar di lantai 6. Sayang, pas saya buka gorden jendela yang tampak bukan pemandangan Gunung Ijen, melainkan rumah penduduk.

Kamar hotel yang didominasi furniture kayu

Ruangan kamarnya cukup luas, nyaman dan bersih. Lantainya kayu. Fasilitas di kamar hotel kurang lebih sama seperti kamar-kamar hotel bintang 3 pada umumnya. seperti misalnya: LCD TV, Coffee & Tea Maker, Free Wifi (agak sedikit lemot yaaa…), mini bar, safety deposit box, AC, hangers , shower, toiletries dan sebagainya. Terhitung lengkap-lah. Hanya kurang hair dryer saja kalau buat saya yang hobi keramas tiap pagi.

Jika di dinding-dinding hotel lainnya dipasangi lukisan, maka di dinding kamar hotel Santika Banyuwangi ini dipasangi kain batik dengan motif khas Banyuwangi. Ada yang Gajah Oling, ada yang Kangkung Stingkes dan ada juga yang Paras Gempal. Saya kebetulan mendapat motif Kangkung Stingkes.

 

Sarapan dan Minum Jamu di Muncar Resto

Barangkali ada yang belum tahu bahwa nama Muncar yang dipakai sebagai nama Muncar Resto ini, diambil dari nama salah satu pelabuhan di Banyuwangi yang menjadi daerah penghasil ikan terbesar di Jawa Timur.

Jadi, apakah menu di Muncar Resto menyajikan semuanya mengandung ikan dan seafood? Tentu saja tidak. Meski demikian, makanan dan minuman yang disajikan di restauran saat sarapan cukup bervariasi dan enak, mulai dari makanan tradisional sampai ke makanan internasional.

ruangan outdoor Muncar Resto

Ruang makan di Muncar Resto ini terbagi menjadi 2 ruangan: outdoor dan indoor. Dari ruang makan ini, kita bisa melihat dengan jelas para tamu yang tengah berenang di kolam renang yang lokasinya persis di sebelah resto, jadi kalau gak mau jadi tontonan tamu hotel yang sedang makan pagi, mending abaikan keinginan untuk berenang di kolam renang. Hihihihi….

Kolam renang yang berada persis di seberang resto

Meskipun banyak varian menu yang ditawarkan di Muncar Resto saya hanya mengambil steamboat saja. Maklum lagi diet. Tapi kok terus kepingin scramble egg ya? Terus jajanan tradisional juga. Roti bakar ternyata bisa juga masuk ke perut saya. Belum buah. Lho kok banyak? Hahaha…

Itu masih ditambah dengan minuman jamu yang tersedia di botol-botol jamu yang ditata apik di meja tengah. Ada jamu kunyit asem, beras kencur dan temu lawak. Enak rasanya. Kalau pas nginep ke sini, jangan lupa untuk nyobain. Jamu ini semacam mascot buat Muncar Resto.

 

Lokasi yang strategis

tangga menuju lobby Hotel Santika Banyuwangi

Hotel Santika banyuwangi berada di lokasi yang strategis, yaitu tepat di jantung kota, dan tepatnya berada di jl. Letjen S. Parman no. 15, Banyuwangi. Mau kemana-mana deket.

Deket sama kantor pemerintahan. Mau ke Desa Kemiren tidak terlalu jauh. Mau ke stasiun Karangasem sekitar 15 menit. Mau ke Bandara Blimbingsari Banyuwangi sekitar 20 menit. Mau ke Pelabuhan Ketapang juga sekitar 30 menit.

Nah, kalau mau ke Kawah Ijen atau Baluran National Park, baru deh jauh. Apalagi kalau mau nyeberang ke Bali, ya makin jauhlah pastinya.

Writer. Lecturer. Travel Blogger. Broadcaster

Related Posts

Leave a Reply