Imlek Semarang 01

Hari Raya Imlek dirayakan oleh hampir seluruh warga Tionghoa, tanpa memandang agama maupun kepercayaan. Karena Imlek, memiliki makna penguncapan syukur atas berkah yang diterima tahun lalu dan pengharapan agar diberikan pertolongan dan berkah di tahun mendatang.

Menjelang Hari Raya Imlek, biasanya disambut warga Tionghoa dengan berbagai aktivitas. Seperti misalnya: membersihkan rumah (khususnya dapur), menyiapkan baju baru, menyiapkan makanan dan kue-kue dan menyiapkan pernik-pernik asesoris yang akan menghias rumah.

Biasanya, 3 hari sebelum Hari Raya Imlek, diselenggarakan pasar malam di pemukiman Tionghoa. Disana diperjualbelikan berbagai kebutuhan hari raya dan dipertontonkan berbagai jenis kesenian.

Semarang, sebagai salah satu kota yang jumlah etnis Tionghoa terbanyak se Indonesia, mulai tanggal 14-17 Februari 2015, untuk merayakan Hari Raya Imlek diselenggarakan Pasar Imlek Semawis yang lokasinya di seputaran 3 klenteng, yaitu Klenteng See Hoo Kiong, Siu Hok Bi dan Tek Hay Bio (Wot Gandul-Sebandaran). Semawis itu sendiri, merupakan penyebutan bagi kota Semarang dalam Bahasa Jawa halus. Berbagai pernik-pernik cantik dijual di sini. Berbagai jenis makanan bisa disantap di sini. Dan berbagai kesenian tradisional dipertontonkan di sini. Seru!

 

 

 

PERNIK-PERNIK HIASAN CANTIK

Imlek Semarang 02a

Tahun 2015 ini, kalender China memasuki tahun Kambing (Kayu) yang akan dimulai tepat tangggal 19 Februari nanti. Menurut hikayat Tiongkok, shio Kambing Kayu memiliki sifat yang harmoni dan mencintai perdamaian, sehingga kondisi tahun ini diramalkan akan lebih tenang dan tidak keruh dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Imlek Semarang 02b

Berhubung memasuki tahun Kambing Kayu, maka berbagai symbol kambing memenuhi Pasar Imlek Semawis. Simbol itu bisa berupa mainan anak-anak, bisa menempel di dinding pertunjukan, dan bahkan tugu di pertigaan Pecinan Semarang yang semula di atasnya persis dipasang patung kuda, sekarang sudah diganti dengan patung kambing.

 



 

 

Lampion

Imlek Semarang 03

Berbagai bentuk lampion juga menghiasi Pasar Imlek Semawis. Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan dan bagaimana awal-awalnya lampion mulai digunakan. Ada salah satu sumber yang bilang kalau penggunaan lampion itu sudah ada sejak tahun 250 SM, sebagai alternatif penerangan/lampu. Namun yang pasti, lampion merupakan simbol kebahagiaan dan pengharapan. Dan setiap pergantian tahun, warga Tionghoa akan mengganti lampionnya dengan yang baru.

 

 

 




Pohon Mei Hwa

Imlek Semarang 04

Di Pasar Imlek Semawis, kita juga akan menemukan pernik pohon Mei Hwa. Mei artinya cantik dan Hwa artinya bunga. Warnanya cantik, merah muda dengan semburat keputih-putihan. Pohon Mei Hwa melambangkan keuletan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Sehingga, diyakini ketika bunganya mekar, maka kehidupan dan keberuntungan baru akan muncul.

 

 

 

Pohon Angpau

Imlek Semarang 05

Kita juga akan menemukan pernik hiasan Pohon Ang Pau. Angpau itu maknanya amplop merah. Warna merah diyakini dapat menangkal pengaruh jahat. Di dalam amplop merah itu, biasanya berisi sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek. Bagi yang memberikan, angpau merupakan simbol berbagi rejeki. Bagi yang menerima, angpau dilambangkan sebagai pembawa kebahagiaan untuk satu tahun ke depan. Jumlah besarannya bebas, tapi sebaiknya menghindari jumlah atau kelipatan angka 4, karena angka itu diyakini tidak melambangkan keberuntungan.

 

 

 

Koleksi Baju

Imlek Semarang 06

Beragam model baju untuk merayakan Imlek juga dapat dibeli di Pasar Imlek Semawis. Beragam jenis kain juga ditawarkan. Saya sempat melihat-lihat kios yang menjual kain batik Lasem. Motifnya beragam, ada motif pagi-sore, motif kupu-kupu, motif lele, dan masih banyak lainnya. Tapi yang paling menarik, tentunya kain batik yang berwarna merah darah ayam. Warna ini merukan warna khas dari batik Lasem, yang sulit ditiru oleh daerah lain.

 

 

 

 

 

 

KESENIANย 

 

Imlek Semarang 07

 

 

Wayang Patohi

Kata Potehi berasal dari kata Poo yang berarti kain, Tay (kantong), Hie (wayang). Sehingga Potehi secara lengkap memikiki arti wayang kantong atau boneka kantong. Cara memainkan wayang ini mirip dengan wayang golek.

Konon ide wayang potehi ini berasal dari 5 narapida yang tengah menjalani hukuman di penjara. Salah satu dari narapidana tersebut sedang menunggu hukuman mati. Hal itu membuat teman-temannya bersedih hati. Melihat teman-temannya bersedih, dia mengusulkan untuk menghibur diri dengan alat musik seadanya. Dan kesederhanaan itu, mereka berhasil menciptakan sebuah pementasan yang sangat indah. Keindahan itu sampai ke telinga raja, yang kemudian meminta mereka untuk memainkanya di Istana. Pertunjukkan itu sukses, dan membuat raja bahagia. Sampai skhirnya, sang raja membatalkan hukuman mati mereka.

Imlek Semarang 08

Jumlah dalang yang terlibat dalam wayang potehi ada dua orang. Satu orang berperan sebagai dalang utama, dan satunya lagi sebagai sisten dalang. Masing-masing memiliki perannya sendiri-sendiri. Dalang utama bertugas sebagai petutur jalannya cerita, sedangkan asisten tugasnya membantu dalang inti menampilkan tokoh-tokoh yang dilakonkan.

Imlek Semarang 09

Alat musik dari wayang potehi, biasanya berupa gembreng besar (Toa Loo), rebab (Hian Na), kayu (Piak Ko), suling (Bien Siauw), gembreng kecil (Siaw Loo), gendang (Tong Ko), terompet (Thua Jwee). Semua alat musik itu dimainkan oleh 3 orang.

Di Pasar Imlek Semawis penonton tidak terlalu banyak jumlahnya, namun bervariasi dari mulai anak kecil sampai orang tua. Pertunjukan wayang Patohi ini sendiri sebenarnya meripakan bagian dari ritual untuk memuja Dewa dan roh para leluhur. Sehingga, tidak terlalu memusingkan ada penonton atau tidak. The show must go on.

Imlek Semarang 10

Kisah yang disajikan memang kisah klasik dari Tiongkok. Namun bahasa yang digunakan bahasa Indonesia dengan logat Semarangan. Susahlah ya gaes gimana menjelaskannya, apalagi menirukannya! ๐Ÿ˜€

 

 

 

Barongsai

Imlek Semarang 11

Konon tarian Barongsai berawal dari jaman Sam Kok alias Tiga Kerajaan. Saat itu, Raja Song Wen sedang kewalahan menghadapi pasukan gajah dari Raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Lalu, keluarlah ide yang memerintahkan prajurit-prajurit untuk meniru singa. Dengan alasan, semua hewan takut pada singa. Ide berperan sebagai singa tiruan itu, menghasilkan kemenangan besar.

Sehingga, tidak terlalu salah, kalau kemudian tarian Barongsai menjadi symbol keselamatan atau penolak bala. Bahkan, bagi keluarga yang mampu merayakan Imlek dengan mengundang barongsai (wushi atau xingsih). Tujuannya untuk mengusir roh jahat, memohon keselamatan dan mengundang rejeki.

Imlek Semarang 12

Tarian Barongsai yang dipertunjukkan di Pasar Imlek Semawis, ditarikan oleh dua orang yang pastinya memiliki ilmu beladiri atau kungfu. Karena Barongsai yang bentuknya mirip singa itu juga melakukan gerakan acrobat atau atraksi semacam melompat tinggi, dengan cara penari satu mengangkat tinggi-tinggi tubuh penari lainnya. Dengan diiringi bunyi gendang dan tambur, barongsai akan melakukan beragam atraksi seperti menggaruk-garuk badannya, duduk bersimpuh, melompat, serta berguling-guling.

Barongsai juga manusia. Eh, maksudnya digerakkan oleh manusia yang butuh makan juga. Jadi jika tidak keberatan, mintalah kertas angpau ke pelatih barongsai yang biasanya berdiri di sekitar pertunjukan. Isilah kertas itu dengan lembaran uang, dan masukkan kertas angpau itu ke dalam mulut Barongsai. Biasanya, setelah kita memasukkan angpau, tariannya jadi lebih atraktif lagi.ย ๐Ÿ™‚

 

 

 

Musik Tradisonal Lam Kwan

Imlek Semarang 13

Musik Lam Kwan merupakan musik yang berasal dari Tionghoa klasik dann diciptakan oleh Kaisar Dinasti Tang, Ming Huang. Permainan alat musik Lam Kwan ini terdiri dari alat gesek, petik dan tiup. Sekilas, mirip-mirip seperti rebab, ukulele, biola, kecapi, fluite. Dimana permainan alat musik ini ada pada alat musik Gambang Kromong dari Betawi.

Imlek Semarang 14

Di Semarang, musik Lam Kwan masih dirawatย oleh kelompok Boen Hian Tong atau perkumpulan Sosial Rasa Dharma. Tujuannya untuk mempererat tali silaturami antar seniman Semarang yang gemar memainkan musik Lam Kwan, yang selalu dimainkan setiap tanggal 1 dan 15 Imlek.

 

 

 

 

 

ย KULINER

Imlek Semarang 15

Memasuki area Pasar Imlek Semawis, kuliner menempati porsi yang paling besar. Berbagai jenis masakan dan kue-kue ditawarkan di sepanjang bahu kiri dan kanan jalan serta di bagian tengah yang berisi puluhan stan makanan.

Sebagian besar toko atau stan-stan itu menghiasi tempatnya dengan berbagai pernih hiasan yang menarik. Ada juga stan yang menawarkan pembelian dengan hadiah yang bisa dipilihnya sendiri di pohon angpau. Tentu saja hadiah itu tidak bisa kita tebak sebelumnya, karena berada di dalam amplop-amplop angpau.

Saya sendiri sudah kenyang dengan mengirup aroma harum yang berasal dari stan penjual sosis bakar, sate, lumpia, churrios, dan lain-lain. Tapi akhirnya setelah berjalan kesana-kemari, terserang lapar juga. Lalu mampir ke warung Siomay Johny.

Imlek Semarang 16

Dari sekian jajanan yang banyak ditawarkan, jenis makanan makanan yang paling banyak dijual adalah Kue Keranjang. Ada yang menyebutnya Kue China. Ada juga yang menyebut Kue Ranjang. Hm, kalau ranjang kok jadinya berkesan gimanaaaaa gitu ya? ๐Ÿ˜€ #plak Penyebutan Kue Keranjang, disebabkan karena kue ini dibuat dalam cetakan berbentuk keranjang.

Imlek Semarang 17

Kue ini bentuknya bulat, dan warnanya bermacam-macam (cokelat, pink, hijau). Bahannya terbuat dari tepung ketan dan gula. Bentuk bulat dari kue ini memiliki arti agar keluarga yang menikmati hidangan kue keranjang bisa hidup bersama, penuh tekad dan rukun selalu selama setahun ke depan.

Biasanya, Kue Keranjang berfungsi sebagai makanan hantaran ke sanak saudara atau tetangga, serta untuk keperluan sembahyang saat Imlek. Menurut keyakinan warga Tionghoa, membeli Kue Keranjang untuk diberikan ke orang lain akan banyak mendapatkan berkah.

Nah, seru kan menelusuri seluk beluk Pasar Imlek Semawis? Kunjungi Pasar Imlek Semawis, nikmati dan pahami seluk-beluknya kota juga negaramu dan jangan lupa bagikan kisahmu!

Happy Chinese New Year bagi yang merayakan ya? Selamat menyambut Tahun Kambing Kayu dengan penuh harapan akan kebahagiaan.

oOo

12 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*