New Zealand, Untuk Sebuah Perjalanan Spiritual

Life is a gift, and it offers us the privilege, opportunity, and responsibility to give something back by becoming more. (Anthony Robbins)

Motivasi dan Kebutuhan Dasar Manusia
Apa sesungguhnya motivasi terkuat bagi manusia? Apa yang membuat seseorang rela bangun lebih pagi, tidur lebih malam, bekerja lebih keras? Benar, jawabannya adalah kebutuhan dasar manusia. Setiap orang memiliki kebutuhan dasar dan jika proses pemenuhan ini terganggu atau tidak terpenuhi, maka orang yang bersangkutan akan mengalami suatu kondisi patologis. Sebaliknya jika seseorang berhasil memenuhi kebutuhan dasarnya, maka ia akan merasa puas, sejahtera dan berkembang menuju pencapaian yang lebih baik.

Kalau kita bicara teori kebutuhan manusia, ada banyak pakar yang membahasnya, dari mulai: Abraham Maslow, Halbert Dunn, Jean Watson, Richard Kalish, dan lain sebagainya. Namun selain teori-teori tadi, ada satu teori menarik yang berasal dari Anthony Robbins. Ia yang juga penulis buku best seller, pebisnis dan sekaligus filantropis dari AS ini, membagi kebutuhan dasar manusia menjadi 2 (dua) kelompok besar, yaitu: Needs of the Personality dan Needs of The Spirit.

Rumah Adat Toraja

Rumah Adat Toraja

Jika dijabarkan secara singkat Needs of the Personality adalah kebutuhan personal yang terdiri dari certainty (kepastian), uncertainty (ketidakpastian), significance (merasa unggul) dan love and connection (kebutuhan untuk terkoneksi dan merasa dikasihi orang lain). Sedangkan Needs of the Spirit adalah kebutuhan jiwa/spiritual yang terdiri dari growth (bertumbuh) dan contribution (kontribusi), dimana manusia perlu memberikan suatu sumbangan kepada orang lain.




Passion, Talenta dan Masterpiece
Saat membaca salah satu buku tulisan Brian Tracy, saya menemukan sebuah kisah yang menarik. Kisah ini menceritakan tentang seorang pengusaha sukses yang selama hidupnya tidak pernah merasa bekerja. Saat berusia antara 7-14 tahun, pengusaha itu senang sekali membuat model-model pesawat. Ia menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan kadang hingga larut malam demi untuk membuat model-model pesawat itu. Sampai akhirnya ketika dewasa, saking cintanya dengan pesawat, iapun menamatkan perguruan tingginya di bidang teknik aerodinamika.

Sejak lulus kuliah, ia semakin tergila-gila menekuni dunia yang berkaitan dengan pesawat. Sampai akhirnya di usianya yang ke 35 tahun, ia menjadi pemilik 3 perusahaan yang berkaitan dengan pesawat terbang. Ia bercerita, bahwa kekayaannya sekarang sudah mencapai jutaan dolar dan ia tetap merasa tidak pernah bekerja selama hidupnya. Ia hanya melakukan apa yang menjadi minatnya sejak masa kanak-kanak dahulu.

Ukiran di salah satu sudut rumah adat suku Dayak di Pampang. Samarinda

Ukiran di salah satu sudut rumah adat suku Dayak di Pampang. Samarinda

Karya-karya hebat (masterpiece) selalu lahir dari orang-orang yang mengerjakan segala sesuatu yang selalu menjadi minat/passion-nya. Ia melakukan pekerjaan itu dengan senang hati. Tak peduli apakah ia seorang karyawan/staff atau pengusaha, tak peduli ia digaji besar atau digaji kecil, atau bahkan tak menghasilkan uang sama sekali, ia tetap melakukan pekerjaan itu dengan sepenuh hati.
Sekarang cobalah perhatikan baik-baik kesamaan antara si pengusaha pesawat terbang tadi dengan Beethoven, Leonardo da Vinci, Steve Jobs, Warren Buffet, Soichiro Honda, dan Bill Gates? Bisakah anda menemukan apa kesamaannya?

Tentang Passion Pribadi
Kita lahir di dunia masing-masing dibekali dengan bakat unik kita. Ketika tubuh, pikiran, dan semangat kita bekerja bersama dengan passion kita, sudah pasti hasilnya adalah sebuah mahakarya, sebuah karya yang tak tertandingi di dunia.
Masalahnya, banyak orang yang ketika ditanya apa passion-nya, mereka tidak tahu atau belum pasti apa jawabannya. Beberapa orang mengkaitkan passion dengan keahlian kita atau hobi. Padahal, passion tidak sama dengan hobi dan tidak ada hubungannya dengan keahlian kita. Passion adalah bidang yang paling kita nikmati saat mengerjakannya. Aktivitas yang ingin selalu kita lakukan, meskipun kita tidak dibayar untuk melakukannya.

Seorang perajin tenun dari Sikka, Maumere, sedang memintal benang

Seorang perajin tenun dari Sikka, Maumere, sedang memintal benang

Lalu apa passion saya? Tak mudah juga untuk menjawabnya. Saya sudah sekian lama menekuni dunia broadcasting dan jurnalistik, namun ketika saya traveling ke desa-desa adat di beberapa pelosok wilayah Indonesia (Sumba, Flores, Kalimantan, dll) saya merasakan gairah yang meledak-ledak melihat rumah-rumah, simbol-simbol yang mereka sematkan, motif kain tenunnya, tarian atau ritual, dan lain sebagainya.

Biasanya, saya seperti jurnalis/wartawan lainnya ketika hendak mewawancarai seseorang, selalu lebih dulu dibekali dengan question-roots agar hasil wawancaranya bagus. Tapi saat mewawancari masyarakat adat kala itu, saya tak memerlukan sederetan list pertanyaan (question roots), semua pertanyaan mengalir dengan sendirinya. Mengalir dari hati. Dan saat menuangkannya dalam tulisan, tak butuh waktu lama Majalah Femina langsung menayangkan tulisan saya itu.

Lalu, Kenapa New Zealand?
Saya memang belum pernah menyambangi New Zealand, namun pesona keindahan alam yang dimiliki negeri yang terletak di atas dua lempengan tektonik ini sudah saya dengar sejak lama. New Zealand menawarkan beragam destinasi bagi wisatawan yang menyukai keindahan alam, dari mulai gunung api, danau, padang rumput yang hijau, pantai dan kehidupan laut yang menakjubkan.
Pesona keindahan alam yang dimiliki oleh sebuah destinasi, pastinya selalu sanggup menarik minat pelancong. Sayapun demikian. Namun yang paling menarik minat saya adalah menyaksikan langsung kehidupan dan rumah tradisional suku Maori. Saya terkagum-kagum tentang bagaimana New Zealand memberikan penghormatan terhadap peninggalan nenek moyang mereka, baik itu berupa adat-istiadat, ritual, kesenian, dan lain sebagainya.

Atap rumah di Desa Bena ini membuat saya jatuh hati

Atap rumah di Desa Bena ini membuat saya jatuh hati

New Zealand juga punya keinginan kuat untuk melestarikan seni pahat dan memintal yang menjadi ciri khas dari suku Maori. Keseriusan itu dapat kita temui di banyak galeri seni yang menjual karya para seniman suku Maori dan sekolah seni pahat dan memintal yang terdapat di pusat budaya dan museum di New Zealand.

Dengan menikmati keindahan seni dan mencermati karya seni dari Suku Maori mungkin saya akan terinspirasi dan menemukan ide untuk melestarikan rumah adat, kesenian tradisional dan kain tenun Indonesia yang kondisinya makin terdesak oleh kemajuan teknologi. Barangkali, kontribusi dan karya saya nanti tidak sehebat Bill Gates, Soichiro Honda, dan lain-lain, namun paling tidak keinginan berkontribusi ini akan memenuhi kebutuhan dasar saya, suatu kebutuhan yang disebut oleh Anthony Robbins sebagai Needs of the Spirit.

Dwidaya Tour, Your Best Partner to Explore New Zealand
Di era yang semakin canggih sekarang ini, banyak sekali perusahaan tour and travel yang menawarkan paket wisata ke New Zealand dengan iming-iming janji yang menggiurkan. Kemudahan iniah-itulah, lebih murahlah, lebih banyak destinasilah, lebih bla.. bla.. bla… Tapi sebagai traveler yang cerdas, tentunya kita tak kan mudah termakan janji-janji bukan? Banyak hal yang perlu kita perhatikan dan pertimbangkan saat memilih perusahaan tour and travel. Satu hal yang paling penting untuk kita jadikan pertimbangan adalah soal trust.

Sebel pasti ya, kalau ada perusahaan travel and tour yang menjanjikan ini dan itu, eh pas hari H-nya apa yang kita terima ternyata tidak sesuai dengan yang mereka janjikan. Misalnya, jadwalnya berantakan, hotelnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan, tour guide-nya cuek bin ngeselin, alhasil… liburan ke luar negeri yang harusnya menjadi momen yang manis, malah berubah menjadi momen yang berantakan. Amit-amit… jangan sampai kejadian!

Seniman patung yang dapat kita temui di Rotorua, New Zealand

Seniman patung yang dapat kita temui di Rotorua, New Zealand

Sudah pasti kita semua ingin mendapatkan fasilitas dan service excellent yang sesuai dengan yang ditawarkan oleh perusahaan tour and travel. Untuk itu, pilihlah perusahaan yang memang sudah terbukti track record-nya bagus. Semakin tua usia perusahaan, semakin dapat kita percaya. Karena semakin perusahaan itu tidak dapat dipercaya, ia akan semakin mudah mati. Jadi kenapa tidak memilih Dwidaya Tour saja?

Dwidaya Tour sudah menapaki bisnis tour and travel sejak 19 Juli 1967. Jadi benar, tahun ini perusahaan tour and travel yang sudah memiliki lebih dari 90 cabang/agen di Indonesia ini, genap berusia 50 tahun! Sekali lagi, 50 tahun! Sebuah usia yang kepercayaannya tak mungkin diragukan lagi.

Rumah radisional Suku Maori, New Zealand

Rumah radisional Suku Maori, New Zealand

Kalau bicara soal prestasi, sudah banyak prestasi dan penghargaan yang diperoleh Dwidaya Tour, seperti misalnya: Best Selling Agent (2016), Pelopor Sistem Booking Online dengan Variasi Fitur terlengkap (2016), Best Innovation in Marketing (2015 & 2016), dan lain sebagainya. Semakin dapat dipercaya bukan?

Kalau bicara soal service, banyak sekali service yang ditawarkan Dwidaya Tour, dari mulai hotel dengan harga kompetitif, paket-paket tour yang sesuai dengan kebutuhan customer, dan membantu kelengkapan dokumen bagi customer (visa, passport, dll). Bagaimana, semakin asyik ya?

Penerbangan Ke New Zealand
Tak perlu kuatir dengan ketersediaan penerbangan dari Indonesia ke New Zealand. Sekarang ini sudah banyak budget airlines yang membuka rute penerbangan dari Indonesia ke Auckland (New Zealand). Sehingga, selain dapat menghemat biaya, hal tersebut membuat kita mempunyai beragam alternative pilihan.

Kabin di salah satu pesawat Malaysia Airlines

Kabin di salah satu pesawat Malaysia Airlines

Namun jika ingin memilliki pengalaman penerbangan yang mewah dengan harga yang terjangkau, ambilah tawaran menarik yang disediakan Malaysia Airlines. Perusahaan penerbangan yang telah memenangkan berbagai penghargaan ini, sekarang tampil dengan desain kabin pesawat yang baru dan dengan bangku yang lebih ramah dengan tubuh kita (ergonomic).

Interiornya juga lebih modern ala sky interior dengan pencahayaan warna biru. Fasilitasnya juga lebih lengkap dengan in-flight entertainment, headphone, USB port, dan lain-lain. Tidak hanya itu saja, meskipun harga terjangkau, Malaysia Airlines memberikan kelonggaran bagasi sebesar 30-50 kg. Jadi, mau bawa barang banyak atau bawa oleh-oleh yang banyak, tidak menjadi masalah.

Untuk info lebih detil mengenai Malaysia Airlines, silakan meluncur ke website resminya atau langsung menghubungi Dwidaya Tour di 021-62319800/6244020

oOo

Tulisan ini dibuat dalam rangka turut berpartisipasi dalam Lomba Blog dengan tema “Tell Us Why You Should Win a Trip to New Zealand!” yang diselenggarakan oleh Female Daily, Dwidayatour, Tourism New Zealand, dan fully support dari Malaysia Airlines.

Keterangan foto untuk destinasi di New Zealan, diambil dari www.newzealand.com
Keterangan foto untuk kabin Malaysia Airlines diambil dari youtube.

4 Comments - Add Comment

Reply