Mampir ke Kecinan Dulu Sebelum ke Gili Trawangan

 

 

Membicarakan destinasi wisata di Lombok, NTB, memang tak akan pernah habis. Seakan setiap sudutnya masih menyimpan begitu banyak keindahan tersembunyi yang siap dijelajahi. Dan selalu ada ide, setiap kali kita ingin melewatkan liburan di Lombok.

 

Lombok banyak menawarkan pantai-pantai yang cantik, sehingga mudah bagi kita memutuskan untuk memilih yang mana. Setelah kemarin menghabiskan waktu di Pantai Tangsi (Pantai Pink), kali ini saya dan kawan-kawan akan mengintip keindahan pantai Kecinan dan kemudian nanti dilanjut ke Gili Trawangan.

 




 

NYIUR MELAMBAI DI PANTAI KECINAN 

 

Siang itu matahari bersinar cukup terika, ketika kami beramai-ramai berboncengan motor dari Mataram menuju Kecinan. Setelah melewati Senggigi, Malimbu dan Nipah, sampailah kami di tempat tujuan.

 

Tak terlalu sulit menemukan Pantai Kecinan.  Lokasinya di Lombok Utara dan berada di pinggir jalan raya, sehingga tak perlu memakai acara menyeberang laut segala.

 

GILI TRAWANGAN 02

 

 

Sampai di lokasi tujuan, kami disambut barisan pohon kelapa yang melambai diterpa angin kencang. Menurut saya, pantai ini merupakan spot yang ketjeh untuk memotret pohon-pohon kelapa. Meskipun, kalau ingin datang kesini, jangan lupa membawa bekal, karena tak ada seorangpun penjual makanan yang berada di sekitar pantai.

 

Dibandingkan pantai-pantai lain di Lombok, Pantai Kecinan terhitung masih sepi. Tak seorangpun pengunjung yang tampak sedang menikmati suasana pantai. Itu sebabnya, di sini kita akan menemukan banyak orang yang tengah asyik memancing. Para pemancing itu sembari berdiri, membiarkan setengah kakinya terendam di dalam air. Mereka dengan sabar menunggu kailnya dimangsa ikan.

 

GILI TRAWANGAN 03

 

 

Setelah beberapa saat hanya duduk-duduk di bawah pohon kelapa, sambil ngobrol dan menikmati cemilan, kami segera bersiap untuk mengintip keindahan bawah laut Pantai Kecinan.

 

Saat itu, kondisi air laut sedang surut, sehingga terhampar karang-karang kecil yang agak tajam. Untuk sampai ke spot snorkeling, kita harus jalan kaku melewati karang tajam itu. Paling pas sebenarnya kalau pakai sepatu selam (booties), bukan pakai sandal seperti saya saat itu.

 

Kondisi yang demikian, sempat membuat saya agak dilema: pakai sandal atau tidak? Kalau gak pakai kaki sakit, tapi kalau pakai, nanti sampai tengah sandal mau ditaruh mana? Bagaimana kalau terbawa arus? Tapi ya sudahlah, jalanin saja apa yang ada. Kalau perlu, nyelem pakai sandal jepit deh!

 

Meskipun begitu, sebenarnya ada untungnya juga saat kondisi air sedang surut. Karena spot snorkeling berada agak ke tengah laut, sehingga paling tidak saya bisa menghemat tenaga.

 

GILI TRAWANGAN 04

 

 

Perjuangan saya berjalan kaki menahan sakit bersentuhan karang tajam, toh ada hasilnya. Di spot snorkeling, saya menemukan taman terumbu karang yang lumayan cakep. Jenis ikannya juga lumayan beragam, meskipun kecil-kecil. Bahkan saya sempat melihat sepasang ikan Nemo. <3

 

 

PAKET 3G DI GILI TRAWANGAN

 

Hari sudah sore, kami segera beranjak dari Kecinan menuju Pelabuhan Bangsal. Ramai sekali saat itu. Banyak juga ternyata yang ingin menyebrang ke Gili Trawangan. Laut agak berombak saat itu, sehingga kapal yang kami tumpangi butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai kesana.

 

Wajah Gili Trawangan agak sedikit berubah sejak saya berkunjung ke sini 4 tahun lalu. Banyak pembangunan hotel dan café di sana sini, serta jalanan juga lebih ramai. Kami segera mencari teman-teman yang baru turun dari Rinjani dan lebih duluan sampai ke tempat ini. Memang beda ya, antara penjelajah gunung vs penjelajah pantai? Ransel anak gunung, terlihat lebih besar dan berat. 😀 😀

 

GILI TRAWANGAN 05

 

 

Setelah mendapat penginapan, kami menuju satu-satunya alun-alun yang berfungsi sebagai pusat tempat makan. Banyak aneka menu yang dijual disana. Yang lain memilih ikan bakar, saya memilih seafood. Dan habis dalam sekejap, saking laparnya. 😀

 

Selesai makan, separo dari rombongan berpisah. Besok pagi, sebagian ingin sewa sepeda keliling pulau. Sedangkan saya, ikut rombongan yang besok ingin snorkeling. Mengingat, dulunya saya sudah pernah keliling pulau ini dengan bersepeda.

 

GILI TRAWANGAN 06

 

 

Saya, Iyan, Rizky dan Wildan menyusuri jalan yang banyak dilalui orang. Kanan-kiri jalan banyak café-café dan hotel bertebaran. Sambil melihat-lihat orang yang lalu lalang, kami mencari paket snorkeling yang banyak ditawarkan di kios-kios sepanjang jalan itu. Paket 3G. Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Setelah fixed urusan fin, gogel dan pembayaran, kami segera menuju penginapan untuk istirahat agar besokannya kondisi fisik lebih prima.

 

Sekitar jam 9 pagi, kami berempat sudah berada di atas kapal glass bottom, dimana dibagian bawah kapal terbuat kaca yang berfungsi untuk melihat pemandangan bawah laut. Tampaknya saya dan kawan-kawan menjadi kaum minoritas, karena kapal ini diisi oleh sebagian besar wisatawan manca. 😕

 

GILI TRAWANGAN 07

 

 

Ada wisatwan yang dari Prancis, Jepang, Amrik, China, dll. Iyan yang cita-citanya pengin punya istri bule yang muslimah 😯 :mrgreen: , sempet merajuk minta dicomblangin. Astagah. Baiklah. Demi teman ini. 😉

 

Menikmati keindahan bawaah laut 3G pun segera dimulai. Spot snorkeling pertama disebut ‘Good Heart Reef’. Lokasinya di sekitar Gili Trawangan. Jika dibandingkan terumbu karang yang di Kecinan tadi, terumbu karang yang ada di sini lebih bagus. Banyak terumbu karang berbentuk bunga mawar yang masih kecil-kecil. Meskipun saya lihat, sebagian ada juga terumbu yang rusak. Jenis ikan yang saya temui di spot ini juga kurang menantang. Lumayan sih jumlahnya, tapi kecil-kecil.

 

GILI TRAWANGAN 08

 

 

Hanya 30 menit waktu yang diberikan oleh pemandu wisata di lokasi spot pertama. Tapi cukuplah buat saya. Spot snorkeling yang kedua disebut ‘Turtle Reef,’ lokasinya di sekitar Gili Meno. Kata pemandu wisata, jika kita beruntung kita akan ketemu penyu-penyu besar. Bahkan bisa ketemu penyu warna hijau yang langka atau ketemu manta ray.

 

Saya agak beruntung, karena berhasil bertemu dengan seekor penyu besar yang sedang berjalan di dalam air. <3 <3 <3

 

GILI TRAWANGAN 09

 

 

Penyu itu seolah terbang kesana-kemari menikmati kebebasannya. Dan saya berharap besar, agar situasi itu tetap dipertahankan demikian. Perlu upaya warga dan pemerintah daerah setempat untuk menjaga lingkungan, agar penyu-penyu itu masih bisa menikmati dunianya yang alami. 🙂

 

Setelah sekitar satu jam berada di spot penyu, pemandu wisata mengantar kami ke spot snorkeling yang ketiga, yaitu ‘Garden Fish Reef.’ Lokasinya di sekitar Gili Air. Di antara ketiga spot snorkeling yang ditawarkan, ini merupakan spot favorit saya. <3

 

GILI TRAWANGAN 10

 

 

Spot ketiga merupakan spot terbagus menurut saya. Terumbu-terumbu karangnya masih lumayan sehat dan jenis ikan yang hidup di sini lebih beraneka ragam dan lebih besar-besar. Cocok ya dinamakan Garden Fish Reef?

 

Bisa jadi, ini disebabkan karena Gili Air termasuk lokasi yang masih masih sepi dan jarang dikunjungi wisatawan. Biasanya, hanya orang-orang yang butuh private semacam honeymoon saja yang menginap di lokasi ini.

 

GILI TRAWANGAN 11

 

 

Gili Air merupakan yang terkecil dibanding ketiga pulau lainnya, Gili Meno dan Gili Trawangan. Meskipun terkecil, di gili inilah terdapat perkampungan terbesar. Mungkin semacam kondisi di Jojga, yang warga aslinya justru menyingkir dan lebih memilih tinggal di Bantul atau di Gunung Kidul.

 

Gili Air memiliki pantai yang sangat indah. Pasirnya yang putih, airnya yang biru, serta hamparan pegunungan yang ada di depannya seolah membentuk sebuah lukisan dari karya seorang pelukis maestro.

 

GILI TRAWANGAN 12

 

 

Puas menikmati keindahan bawah laut, kami diajak mampir ke Gili Air untuk makan siang. Di situ terdapat beberapa café, dan kami bebas memilih mau makan siang dimana. Saya and the gank memasuki café bale-bale bambu. Beberapa bule juga memilih café ini. Yang seneng sudah pasti si Iyan. Dia langsung menyambar kamera saya dan mulai memotret sana-sini. Tak heran kalau kemudian isi kamera saya banyak foto bule-bule cewek yang memakai bikini sexy. Hadehhhhhhh… 😆 😆

 

 

oOo

4 Comments - Add Comment

Reply