Concorde Hotel Kuala Lumpur, Kenyamanan di Pusat Kota

“Time well spent results in more money to spend, more money to save, and more time to vacation.” (Zig Ziglar)

From Melaka to Concorde Hotel

Setelah mengeksplor Kota Melaka selama tiga hari dua malam, akhirnya saya dan anggota The Tripster lainnya (Bobby, Fahmi, Gio dan Richo) melanjutkan perjalanan menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Tampaknya heritage walk kemarin lumayan menguras energi kami. Alhasil, tak banyak yang dapat saya ceritakan selama dalam perjalanan, karena di dalam bus kami berlima sama-sama tepar dengan sukses. Kami terbangun ketika harus berganti kereta.

Hujan deras menyambut kami begitu sampai di Kuala Lumpur. Hari sudah sore, mungkin sekitar jam 4. Kami agak kesulitan menyeberang jalan menuju Concorde Hotel Kuala Lumpur, karena kendaraan cukup ramai saat itu. Ah, pastilah karena ini jam pulang kerja. Itu yang ada dalam benak saya. Karena meskipun warga Kuala Lumpur lebih senang mengendarai kendaraan pribadi, namun jumlah penduduknya hanya sekitar 1,7 juta jiwa. Bandingkan dengan Jakarta yang penduduknya 12,7 juta jiwa. Jadi, semacet-macetnya Kuala Lumpur, masih lebih ngeri lagi macetnya Jakarta.

Concorde Hotel Kuala Lumpur

Concorde Hotel Kuala Lumpur. Malam hari.

Kuala Lumpur yang Sexy

Kuala Lumpur sebagai ibu kota Malaysia memang dapat dikatakan tidak terlalu padat penduduk. Apalagi negeri jiran ini telah memindahkan sebagian kepadatannya itu ke Putrajaya yang berjarak sekitar 25 km dari Kuala Lumpur. Namun bukan berarti kota ini lalu menjadi sepi dari hingar-bingar perniagaan, lho! Justru sebaliknya, kota metropolitan ini merupakan wilayah dengan pertumbuhan paling pesat di Malaysia, baik dari segi jumlah penduduk maupun dari segi ekonomi. Sampai saat ini, jumlah tenaga kerjanya diperkirakan mencapai 838.400 orang yang bekerja di berbagai sektor, baik jasa, manufaktur maupun konstruksi.




Bagaimanapun Kuala Lumpur akan selalu sibuk dan seronok. Ia seolah gula yang menjadi magnet bagi para semut untuk mendekat. Banyak wisatawan yang tertarik untuk datang mencicipi rasa manisnya. Dan banyak pula predikat yang telah diraihnya. Globalization and World Cities Study Group menilai Kuala Lumpur sebagai sebuah kota global alfa. Atau sebuah kota yang menjadi titik penting dalam sistem ekonomi global. Tahun lalu, ia berhasil menempati peringkat ke 7 dalam “Top 10 Most Visited Cities in the World” dengan jumlah kunjungan 12 juta wisatawan. Selain itu, Kuala Lumpur juga masuk dalam daftar 10 kota dengan jumlah pencakar langit terbanyak di dunia.

Swimming Pool

Swimming Pool

 

Concorde Hotel Tentang Kepedulian, Kenyamanan dan Kemewahan.

Predikat yang disematkan, prestasi yang diperoleh, serta kondisinya sebagai ibukota negara, membawa Kuala Lumpur ibaratnya sosok sebagai sosok yang tak pernah diam. Ia seolah selalu bergerak dengan dinamis, sehingga jika kita ingin menginap di kota ini, baik untuk urusan bisnis maupun liburan, tentunya kita butuh suatu tempat untuk ‘sembunyi’ dari hingar-bingarnya kota. Kita butuh hotel yang dapat memberikan kenyamanan tingkat tinggi. Dan kalau bisa yang lokasinya dekat kemana-mana. Dan kalau bisa lagi, makanannya jangan yang standar. Masih ada lagi, layanannya jangan lelet dan jutek. Harus sempurna. Kalau demikian, kenapa tidak memilih Concorde Hotel Kuala Lumpur?

The Tripster & Director of Marketing Communication of Concorde Hotel

The Tripster & Director of Marketing Communication of Concorde Hotel

Bagi saya, Concorde Hotel adalah tentang orang-orang yang bekerja di hotel dan membuat kita sebagai tamu merasa sangat diterima dengan tangan terbuka. Begitu sampai untuk melakukan check in di Premier Lounge, kita langsung disambut oleh petugas yang memberikan layanan cepat dengan senyum ramah serta tak lupa menawarkan aneka welcome drink di ruang itu. Dan jangan kuatir, layanan istimewa semacam ini akan kita dapatkan selama kita menginap dari mulai kita check in sampai check out.

Jika dilihat dari desainnya, memang hotel berbintang empat ini menganut gaya retro. Keseluruhan dari bangunan, interior, dan furniturnya terasa klasik dan dibalut dengan sentuhan mewah. Inilah yang membuat atmosfir dan suasana hotel sangat istimewa dan nyaman sebagai tempat menginap.

Breakfast at Spices restaurant & WIne Bar

Breakfast at Spices restaurant & WIne Bar

Menemukan Concorde Hotel tidaklah terlalu sulit. Hanya butuh waktu sekitar satu jam perjalanan dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan 10 menit berkendara dari Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) dan Putra World Trade Center. Lokasinya, persis berada di pusat kota dan segitiga emas. Sehingga mempermudah kita datang ke beberapa turist hotspot, semacam: Chinatown (Petaling Street), KL Central, Central Market, Bukit Bintang, bahkan kalau mau ke Petronas Twin Tower tinggal jalan kaki sekitar 10 menit.

Sementara kalau mau cari hiburan, tinggal kedip saja sudah sampai, karena Hard Rock Café ada di sebelah hotel persis. Pokoknya gampang-lah kalau mau jalan-jalan cari makan, mau belanja atau cari hiburan. Terus kalau ingin mengeksplor Kuala Lumpur, tinggal jalan kaki ke monorail Bukit Nanas yang dekat dengan hotel juga. Dari sana, kita bisa memilih destinasi-destinasi mana yang ingin kita kunjungi.

Premier Wing room

Concorde Hotel memiliki 581 unit kamar dengan beragam tipe yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan. Ada Presidential Suite, Ampang & Classic Suites, Premier Wing dan Premier Classic. Design dan furniture kamarnya sangat mewah. Luasnya, kalau boleh diibaratkan dengan hotel rata-rata yang selevel, seolah menyatukan dua kamar menjadi satu kamar. Tiap kamar memiliki kelebihan dan keunikan masing-masing, meskipun tetap memiliki standar kualitas yang sama. Misalnya, kamar teman saya, Fahmi dan Gio punya view swimming-pool yang keren, maka kamar saya kelebihannya ada di kursi santai yang ada di depan TV persis.

My room at Concorde Hotel Kuala Lumpur

My room at Concorde Hotel Kuala Lumpur

Yang ironis adalah, saking mewah dan nyamannya tinggal di kamar hotel ini, saya harus melawan keinginan untuk tinggal berlama-lama di kamar saja. Kamar itu sudah memiliki apapun yang saya butuhkan. Jadinya, malas mau pergi kemana-mana. Tapi masalahnya kan gak lucu ya, sudah jauh-jauh dari Semarang lalu menginap di Kuala Lumpur kok ceritanya hanya seputar di dalam kamar hotel saja? Perlu motivasi yang kuat agar saya mau beranjak dari kamar hotel ini.

Fasilitas-fasilitas apa saja sih yang ditawarkan Concorde Hotel sehingga saya sulit beranjak dari kamar itu? Widih, banyak bro and sis. Di dalam kamar kita bisa internet gratis, bisa leyeh-leyeh di kursi santai sambil menikmati program-program pilihan di TV kabel. Sudah ada pemanas air untuk bikin kopi atau teh. Tersedia juga beberapa cemilan di dalam mini bar. Kalau mau berendam cantik, sudah tersedia bathup. Dan masih banyak lagi fasilitas lainnya. Seperti misalnya: hairdryer, setrikaan dan mejanya, surat kabar, timbangan berat badan (mungkin biar kita jangan terlalu banyak makan di dalam kamar hihihi…) dan masih banyak lagi fasilitas lainnya.

Salah satu menu breakfast di Spices restaurant

Salah satu menu breakfast di Spices restaurant

Tadi sudah saya sebutkan bahwa Concorde Hotel adalah tentang orang-orang yang bekerja dengan cinta. Sehingga tak heran jika ketulusan dan keramahan terpancar dari wajah-wajah mereka. Banyak sekali hal-hal di luar ekspektasi yang saya terima dari hotel ini. Seperti misalnya sepucuk surat yang diletakkan di atas meja di kamar saya.

Surat itu berbunyi:
“Dear Ms Astin

‘Selamat Datang’ to Concorde Hotel Kuala Lumpur. It is a pleasure to have you with us. We hope you will enjoy your stay with us. Please be informed that breakfast will be served from 6.30 am-10.30 am at Spices Restaurant & Wine Bar, located on the first floor (by the pool side). If we could be of any assistance during your brief sojourn here, please do not hesitate to contact our Duty Manager at ext. 2821 or myself at 2782. We are most happy to oblige. Sincerely, Director of Marketing Communication.” 

Sangat personal. Dan membuat saya melambung. Ini sebuah pengalaman yang tak akan saya lupakan.

Sepucuk surat yang membuat saya merasa istimewa

Sepucuk surat yang membuat saya merasa istimewa

Sebenarnya Concorde Hotel Kuala Lumpur memiliki beberapa pilihan tempat makan, akan tetapi saya baru mencoba dua restaurant saja. Yaitu Melting Pot Café yang berlokasi di lobby hotel dan Spices Restaurant & Wine Bar yang berlokasi di dekat kolam renang. Spices Café & Wine Bar memiliki kapasitas 86 kursi dan dibuka khusus hanya untuk breakfast. Sedangkan Melting Pot Café agak luas karena kapasitasnya 216 kursi dengan jam buka yang lebih flexible karena bisa untuk breakfast, lunch, dinner dan supper. Pelayanannya juga menyenangkan. Staff-staffnya murah senyum dan ringan menawarkan bantuan.

Lalu bagaimana dengan menunya? Widih. Superb. Super lengkap dan lezat semuanya. Belum pernah saya makan di sebuah restaurant dengan menu selengkap itu. Beraneka menu seperti sengaja disebar di satu tempat secara prasmanan. Bayangkan, setiap saya bergeser sedikit, ketemu jenis makanan yang berbeda-beda. Baik itu main course maupun dessert. Ada aneka seafood yang bisa kita pilih dari mulai udang, salmon, tuna, dan beragam ikan lainnya. Ada aneka salad, aneka daging-dagingan, aneka menu kuah-kuahan, buah-buahan, aneka minuman dan ice cream beraneka rasa. Kalau tak ingat timbangan yang ada di kamar hotel, rasanya saya ingin mencicipi semua menu yang tersedia. Apa daya, setelah sempat menimbang tadi, berat badan saya sudah naik tiga kilogram! Huaaa!!

Aneka ikan segar di Melting Pot Cafe

Aneka ikan segar di Melting Pot Cafe

Tapi mungkin saya tak perlu tak takut naik berat badan menikmati aneka jenis menu yang ada, karena Concorde Hotel juga menawarkan beberapa alternatif untuk menjaga kesehatan dan berat badan. Seperti misalnya kolam renang dan pusat kebugaran (gym). Sayangnya, karena waktu yang mepet (sehari doank bermalam di KL), saya tak sempat mencobai dua fasilitas tersebut. Meskipun demikian, saya sempat memasuki kamar MJ Suite, sebuah kamar very luxury yang dulunya selalu menjadi pilihan Michael Jackson menginap ketika ia harus konser atau sekedar berkunjung ke Kuala Lumpur. Berada di kamar King of Pop itu, terasa banget aura bintangnya.

Luas kamar MJ Suite itu sekira 3-4 luas kamar yang saya tempati. Sangat luas. Dan super mewah sudah pasti. Kamar itu terbagi menjadi beberapa ruang. Ada kamar tidur, ruang tamu, kamar makan, kamar baca dan lain-lain. Banyak sekali barang-barang peninggalan Michael Jackson yang ada di kamar tersebut. Dari mulai: CD, foto-foto, lukisan, pulpen, boneka, buku-buku, dan masih banyak yang lainnya. Sayang sekali, MJ suite ini tidak dibuka untuk umum. Makanya, saya merasa sangat tersanjung diperbolehkan meliha-lihat kamar ini. Semoga aura Michael Jackson menular ke diri saya. Hihihi…

Salah satu sudut MJ Suite

Salah satu sudut MJ Suite

Saya sempat berpikir kenapa Michael Jackson memilih Concorde Hotel sebagai pilihan menginap di Kuala Lumpur. Well, bisa jadi karena ia memang kenal dan bersahabat dengan si pemilik hotel. Tapi saya berpikir juga bahwa atmosfer, lingkungan dan orang-orangnya-lah yang juga menjadi alasannya. Orang-orang yang bekerja di hotel ini berhasil membuat para tamunya merasa sangat diterima. Jadi, kita tahu bahwa Michael Jackson memilih Concorde Hotel sebagai pilihan tempat menginap. Lalu, bagaimana dengan anda?

Anda tertarik juga untuk merasakan pengalaman menginap di Concorde Hotel? Berarti sekaranglah saatnya mencari info lebih detil.

Concorde Hotel Kuala Lumpur
No 2 Jalan Sultan Ismail 50250,
Kuala Lumpur, Malaysia
Telp : +60 321442200
Email : kl@concorde.net
Website
Facebook: @concordehotelkualalumpur
Instagram and Twitter : @ConcordeHotelKL

oOo

9 Comments - Add Comment

Reply