Tentang Astin Soekanto

profesi penyiar, sudah saya lakoni sejak saya kuliah. saya berhenti menjadi penyiar karena harus terlibat dalam manajemen, yang tidak memungkinkan saya untuk tetap siaran. tapi sejak tahun 2009 saya memutuskan untuk tidak lagi bergabung dalam manajemen. saya bosen ngurusin orang dan masalahnya. capek. ngurus diri sendiri saja capek, apalagi harus ngurusin masalah orang-orang. :D

sekeluar dari sini, saya melanjutkan kembali kuliah di magister komunikasi. sambil kuliah saya mengajar di S1 komunikasi selama 1 semester.

tiba-tiba suatu saat saya ingin kembali siaran dan kebetulan ada tawaran di salah satu station radio paling terkenal di semarang. skhirnya, sejak saat itu saya kembali siaran. setiap kali ada teman baru yang mengetahui bahwa saya adalah seorang penyiar, seringkali respon yang saya terima kurang lebih ‘oh, saya sudah gak dengerin radio lagi.’ Well, sejujurnya, saya gak masalah, saya bisa terima dan itu masuk akal kok. karena di era sekarang ini, banyak sekali alternatif hiburan yang ditawarkan. dan selain itu, karena menjadi penyiar itu adalah salah satu passion saya (catat, passion saya banyak. Salah satunya penulis lagu :D ). saya mendengarkan radio sejak masih SMP, dan sejak saat itu pula saya selalu bercita-cita ingin menjadi penyiar. (catet lagi, cita-cita saya banyak. salah satunya menjadi pendekar :D ).

radio.announcer

tapi saya agak kagok, kalau ada teman yang merespon ‘request lagu, donk!’ seolah-olah pekerjaan penyiar itu cuma muter lagu dan baca kirim-kiriman salam dari pendengar. old school sekali yak? dan kalaupun masih ada radio yang seperti itu, yah.. kesian banget gitu loohh.. karena di era sekarang, orang mau dengerin lagu mah tinggal muter di hp masing-masing. mau koleksi lagu yang disuka, juga tinggal download.

ketika sebuah program ditayangkan (on air), ada banyak pihak yang terlibat. misalnya kalau dalam program kami ‘Journey to Succses’ , tetap ada teman-teman dari redaksi yang akan membantu melengkapi program kami dengan info-info terbaru (news)

radio.news

juga teman-tema dari redaksi ini, sekaligus membantu mencarikan jawaban atas semua pertanyaan dari pendengar. kebanyakan, pendengar menanyakan kondisi jalan di ruas-ruas tertentu yang akan mereka lewati. ada juga yang sekedar menanyakan harga tiket bis dan kereta beserta jadwal keberangkatannya. atau, ada juga yang mengeluhkan PLN atau PDAM nya mati, dan minta dicarikan penjelasan sekaligus kapan menyala kembali. namun tidak jarang pula, ada yang mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang, layanan pemerintah yang buruk, dll.

radio.redaksi

lalu apa tugas saya sebagai seorang penyiar? ya siaran lah, tentunya! :D tapi siaran gak cuma ngasal, karena kudu ada persiapan lebih dulu. o iya, radio saya itu bukan radio yang banyak muter lagu, tapi lebih cenderung banyak ngomong (radio talkshow). jadi yang pertama-tama disiapkan adalah menentukan topik siaran. bagaimana cara menentukan topik, bisa dibaca di penjelasan dalam gambar berikut ini.

radio.topik

setelah menentukan topik, maka saya akan mencari materi atau bahan yang mendukung topik. bisa dari internet, bisa juga dari buku. jadi saya akan membaca buku-buku maupun artikel yang terkait dengan topik.

radio.books

setelah itu, saya akan menuangkannya dalam sebuah script siaran, yang akan kita baca pada saat siaran. ketika siaran, kita tidak harus terpaku pada skrip, seringkali kita melakukan improvisasi agar siaran lebih lively dan tidak terkesan kaku. saya pribadi tidak suka siaran yang terlalu formil. jadi meskipun siaran saya isinya agak berat, tapi menyampaikannya dengan cara yang fun. dan rupanya banyak pendengar yang menyukai siaran saya dan partner siaran saya. beberapa diantaranya ada yang suka membawakan pukis, pisang goreng, martabak. dan tidak jarang ada yang mengundang kami untuk diajak makan-makan. kalau kita sakitpun, dengan ringan hati mereka akan berlomba-lomba memberikan saran obat apa yang sebaiknya diminum, banyak-banyak isitrahat, minum jamu, dll. 😀

6 Comments - Add Comment

Reply